Sunday, September 25, 2005

Bulan dan matahari yang kalah melawan takdir..

Image hosted by Photobucket.comAkhirnya semuanya berakhir. Perjalanan panjang mereka harus berakhir. Lelah dan terluka, mereka pun pulang..kembali pada takdirnya masing-masing.

"Keliling jagad raya!..kita akan berkeliling jagad raya!" kata bulan dengan bersemangat.
"Keliling jagad raya?denganmu?hanya denganmu?" tanya matahari dengan heran.
"Iya!..kita akan keliling jagad raya!..kau dan aku..berdua!"jawab bulan lagi.
"Hanya kau dan aku?apa kita sanggup?" kata matahari dengan ragu.
"Kau dan aku..kita begitu berbeda..memang sudah takdir kita untuk berbeda..kau tercipta untuk malam...aku tercipta untuk pagi...tidak mungkin kita muncul bersama..kita tidak akan pernah bisa bersama" kata matahari.
"Mengapa tidak? kita pergi bersama setelah kau menyinari bumi di siang hari..kita muncul bersama disaat senja!..tidak terang..juga tidak gelap!..bayangkan..kita memberikan keteduhan pada dunia..tapi tetap masih ada sedikit terang..senja adalah saat yang terbaik bagi manusia!..senja adalah saatnya pulang..berhenti bekerja..kembali kerumah..bertemu orang-orang yang disayangi..kita beri senja kepada dunia!..kita beri senja untuk selamanya bagi dunia!" teriak bulan.
"Apakah dunia akan bisa menerima kita jika kita bersama?"tanya matahari dengan sedih.
"Dunia harus terima!..jika mereka masih ingin ada bulan dan matahari diatas kepala mereka..maka mereka harus bisa menerima kita bersama-sama!"jawab bulan.

Maka dimulailah perjalanan itu. Bulan dan matahari. Perjalanan melawan takdir. Bergandengan tangan mereka. Mereka begitu bahagia. Tapi bagaimana dengan dunia?..Sejak saat itu, tidak ada lagi pagi, siang atau malam. Hanya ada Senja. Awalnya penghuni dunia menikmati keadaan itu. Senja memang salah satu saat yang paling menyenangkan bagi dunia. Tidak panas, tapi juga belum terlalu gelap. Sejuk dan hangat.Mereka tidak pernah harus pergi bekerja. Mereka selalu pulang. Sungguh menyenangkan.
Bulan dan mataharipun terus berjalan mengelilingi jagad raya..bersama. Mereka tertawa bersama, terkadang juga berbagi air mata. Tapi mereka bahagia.

Detik berganti menit, menit berganti jam namun jam tidak pernah berganti hari. Karena dunia selalu diselimuti senja. Tak ada pagi, tak ada malam, tak ada pergantian hari. Dunia mulai gelisah. Dunia mulai letih. Dunia pun mulai menggugat bulan dan matahari. Disaat mereka selalu bersama waktupun berhenti berjalan.

Bulan dan matahari tidak perduli. Mereka tetap berusaha keras untuk bisa bersama. Semakin keras dunia menggugat semakin keras mereka berpegangan tangan. Namun dunia tak mau dan tak bisa mengerti. Alam semestapun tak memberi restunya. Dunia dan alam semesta tak pernah lagi tersenyum dan memberi salam pada bulan dan matahari. Jagad raya juga semakin tidak bersahabat. Perjalanan bulan dan mataharipun semakin berat dan terjal. Dan akhirnya mereka sama-sama terjatuh keletihan dan terluka. Tak mampu lagi berjalan dan mendaki. Jagad raya terus merintangi perjalanan mereka. Dan kini dihadapan mereka berdiri kokoh bukit yang terlalu tinggi dan terjal.

"Mengapa jagad raya selalu menghalangi kita?"tanya matahari sambil menangis.
"Akupun tak mengerti, kita punya hak untuk memilih apa yang kita ingin lakukan untuk mencapai kebahagiaan, aku tak habis pikir mengapa mereka tak bisa menerima kita bersama"jawab bulan terbata-bata.
"Alam semesta dan dunia tak pernah lagi menyapa kita ramah..mengapa harus begini" tangis matahari.

Bulan dan matahari tidak mengerti..mereka sedang melawan takdir mereka. Sudah takdirnya bulan untuk menjaga dunia di waktu malam dan matahari untuk menghibur dunia di siang hari. Mereka tak mungkin bersama. Bulan tak mungkin menjadi matahari dan muncul di siang hari, begitu juga sebaliknya. Memang sudah takdirnya. Dan siapapun yang melawan takdir pasti akan kalah. Begitu juga bulan dan matahari. Untuk bisa bersama maka mereka harus melawan takdir. Dan mereka akhirnya kalah. Letih dan terluka mereka harus menerima kenyataan. Mereka memang bahagia bersama. Tetapi tidak dengan yang lain. Ternyata kebahagiaan mereka menjadi luka bagi yang lain.

Bulan dan matahari akhirnya menyerah. Bulan kembali menjaga malam dan matahari kembali mengibur dunia di siang hari. Itu takdir mereka. Dengan tidak bersama mereka bisa membahagiakan alam semesta, dunia dan jagad raya.

"Selamat malam bulan"kata matahari.."selamat pagi matahari"jawab bulan..
"Bagaimanapun, kita telah melewati perjalanan bersama yang menyenangkan, dan kita selalu bahagia..kau dan aku..alam semesta, jagad raya dan dunia akan selalu mengingat bahwa kita pernah bersama dan saling membahagiakan. Tak ada yang perlu disesali..kita akan selalu bertemu disaat pergantian hari, dan kita akan tersenyum lagi bersama..sapalah aku disaat fajar dan aku akan menyapamu disaat senja.."

Bulan mencium matahari untuk terakhir kalinya.

Every time we say goodbye I die a little..every time we say goodbye I wonder why a little..why the gods above me who must be in the know..think so little of me they allow you to go..When you're near there's such an air of spring about it..I can hear a lark somewhere begin to sing about it..there's no love song finer..but how strange the change from major to minor...every time we say goodbye. (Every time we say goodbye, Cole Porter)


(untuk kamu matahariku..semoga tetap selalu hangat dan bersinar terang...)

6 Comments:

Blogger Jim E 2587 said...

This post has been removed by a blog administrator.

3:28 AM  
Blogger Emily Santiago said...

This post has been removed by a blog administrator.

3:52 AM  
Blogger Diki Satya said...

"..the sun and the moon.
..the wind and the rain.
So free her."
Woman in Chain, Tears For Fears.

11:25 PM  
Blogger sarahruthdebora said...

sedih deh auw

11:45 AM  
Blogger shintadwiviyani.multiply.com said...

to amend my faith? to follow your path without considering what i believe? Matahari querying and whispering ...but you know I can't ...let me be what i am and love me...

Bulan turns away and find what he's been looking for...

the sun quietly shines in its own black hole of tears...

6:52 AM  

Post a Comment

<< Home