bocah...
Bocah itu menoleh kebelakang. Sekali lagi ia menatap ibunya yang sedang menangis. Ayahnya yang juga menangis. Lalu dilihatnya adiknya yang masih kecil. Ia terlalu kecil untuk menyadari kakaknya sudah tiada. Baginya kakaknya saat ini hanya tertidur dan sedang tidak bisa diajak bermain. Mungkin saat kakaknya bangun nanti ia akan mengajaknya bermain lagi.
Ia adalah seorang anak yang sangat menyenangkan. Si bocah itu. Sikap dan tutur katanya selalu manis. Loveable. Tidak ada hal yang menyebalkan untuk diingat darinya. Ia terlalu menyenangkan. Mungkin karena itu ia harus pergi.
Bocah itu menoleh ke belakang lagi untuk terakhir kalinya. Ia berikan senyum termanis bagi keluarganya untuk dikenang. Lalu ia pun melangkah menuju ke cahaya yang telah memanggil-manggil dirinya.
selamat jalan bocah..teman kecilku yang baik hati...
-ardi, 9 oktober 2005
(One by one..Only the Good die young..They're only flyin' too close to the sun..We'll remember..Forever... - No One But You (Only The Good Die Young), Queen)

2 Comments:
I had a dream about ...si bocah...he stood in front of a small wooden and glass door, where the sun stroke behind him...the ray of sun above his wet neatly combed hair... his face was clean and he smiled at me...
Blognya sangat informatif.
Salam,
Santy - IdeBaru.com
Post a Comment
<< Home